TIMIKA | Anggota DPR Provinsi (DPRP) Papua Tengah dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Mimika, Yohanes Felix Helyanan,S.E, menggelar Reses Tahap I Tahun 2026 dan menjumpai konstituennya, tepatnya di Kelurahan Koperapoka, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat (13/3/2026).
Legislator PDI Perjuangan yang akrab disapa John Thie ini di awal Reses menyampaikan bahwa dirinya selalu memperjuangkan semua aspirasi yang disampaikan warga untuk diteruskan kepada pemerintah daerah agar dapat segera direalisasikan.
Di samping itu, John Thie juga menyoroti terkait program-program yang menggunakan dana Otonomi Khusus (Otsus) akan difokuskan termasuk kepada masyarakat asli Papua di Kabupaten Mimika, yakni suku Amungme, Kamoro dan 5 suku kekerabatan lainnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa saat ini Pemerintah Provinsi Papua Tengah sedang fokus pada program-program di bidang pendidikan dan kesehatan, seperti di antaranya sekolah gratis, sekolah sepanjang hari (SSH) dan sebagainya.
“Di awal kesempatan ini saya mau menyampaikan bahwa semua masukan dan aspirasi yang disampaikan masyarakat tetap diperjuangan dan sudah disampaikan kepada pemerintah, walaupun untuk realisasinya tetap harus mengikuti proses dan kebijakan dari pimpinan daerah. Namun pastinya pemerintah tetap akan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan masyarakat, secara khusus yang menjadi bagiannya Pemerintah Provinsi,” ujar John Thie di tengah antusiasme ratusan warga yang hadir pada reses tersebut.
Dalam kesempatan ini warga yang diwakilkan melalui beberapa Ketua RT menyampaikan aspirasinya seputar persoalan pendidikan, infrastruktur, dan persoalan sosial lainnya.
Beberapa persoalan krusial yang keluhkan warga seperti halnya di bidang pendidikan terkait data kependudukan yang tidak sinkron dan kurang transparan sehingga menjadi kendala bagi pemberian bantuan pendidikan atau beasiswa.
Di bidang infrastruktur, warga mengeluhkan terkait pelebaran jalan, pembangunan pagar, dan penerangan jalan.

Menanggapi aspirasi warga, John Thie menegaskan bahwa beberapa persoalan yang dikeluhkan lebih spesifik menjadi tupoksinya pihak Pemerintah Kabupaten, namun dirinya tetap akan mem-back up agar aspirasi warga ini dapat segera direspon pemerintah.
“Walaupun sebagian besar aspirasi yang disampaikan lebih banyak menjadi bagiannya Pemerintah Kabupaten, namun ada beberapa hal seperti persoalan beasiswa yang nanti akan saya sampaikan kepada Bapak Gubernur agar juga mendapat perhatian,” ujar mantan anggota DPRK Mimika ini.
Acara reses pun ditutup dengan berbuka puasa bersama warga yang hadir, khususnya warga yang beragama Islam, dan memberikan bantuan berupa Bama. (Redaksi)









